Langsung ke konten utama

Review materi 11

_Review kelas bunda sayang sesi 11_

_Institut Ibu Profesional_

*MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS*

Teman-teman terima kasih di materi 11 kali ini sudah menjalankan banyak proses belajar, mulai dari belajar diskusi mengelola kelompok kecil (small group discussion), belajar dengan cara berbagi ilmu ( Learning by Teaching), belajar membuat berbagai macam media pembelajaran  ( tools learning), dan tentunya lebih memahami topik pembelajaran kita di sesi 11 ini  tentang  "membangkitkan fitrah seksualitas anak".

Mari kita kupas satu persatu apa yang sudah kita pelajari di sesi 11 ini.

☘  *Diskusi dalam Grup Kecil* ( _Small Group Discussion_ )

Small group discussion adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan pada kita untuk belajar secara lebih aktif dengan bekerja sama dalam kelompok guna mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan. Kali ini tentang fitrah seksualitas.

Dalam _small group discussion_ kita dirangsang untuk
 1. Mengeksplorasi gagasan
2. Meningkatkan pemahaman hal  baru, 
3. Menguasai teknik untuk memecahkan masalah, 
4. Mendorong pengembangan berpikir dan berkomunikasi secara efektif,
5. Memperbaiki kerja sama kelompok, 
6. Meningkatkan keterlibatan semua peserta dalam mengambil keputusan.


☘ *Belajar dengan Cara Mengajar* ( _Learning by Teaching_)

_Learning by teaching (German: Lernen durch Lehren, short LdL) designates currently the method by Jean-Pol Martin that allows pupils and students to prepare and to teach lessons, or parts of lessons. Learning by teaching should not be confused with presentations or lectures by students, as students not only convey a certain content, but also choose their own methods and didactic approaches in teaching classmates that subject_ 

Teman-teman di kelas bunda sayang ini tidak lagi belajar _Learning by Teaching_ yang digagas oleh seorang ahli pendidikan Jerman _Jean-Pol Martin_ tetapi kita semua sudah langsung mempraktekkannya.

Ketika kita membagikan ilmu  fitrah seksualitas kepada semua teman-teman di kelas bunda sayang  tanpa sadar kita juga belajar, mengeksplor, mereview, dan mengevaluasi ilmu fitrah seksualitas, reproduksi sehat, dan sejenisnya  yang mungkin telah lama terpendam, tersimpan dalam memori. 

Kadang kita tau bahwa kita pernah mendapatkan ilmu tersebut, tapi kita lupa menempatkannya dimana. Lalu moment saat kita mengajarlah yang membantu kita belajar menemukan "file" itu kembali. Begitu seterusnya semakin kita mengajarkannya semakin banyak pula kita belajar mengulangnya, sehingga ilmu kita bertambah dan semakin tajam.

☘ *Media Pembelajaran* ( _Learning Tools_)

Media Pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

Menurut _Edgar Dale_, dalam dunia pendidikan penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman (lihat gambar).



Di sesi ini teman-teman sudah menghasilkan banyak sekali media pembelajaran tentang fitrah seksualitas, sehingga bisa membantu banyak orang untuk memahami bagaimana cara membangkitkan fitrah seksualitas pada diri anak-anak.

☘ *Fitrah Seksualitas* 

Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelak. Demikuan juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.

Di sesi 11 ini kita melihat berbagai macam ilmu yang disampaikan dari masing-masing kelompok seputar apa itu fitrah seksualitas, bagaimana cara membangkitkannya dan menumbuhkan fitrah tersebut sesuai jalannya.

Secara garis besar ada beberapa prinsip yang bisa kita simpulkan yaitu :

Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)

Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.

Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

Luar biasa pembelajaran teman-teman di sesi 11 ini. Kumpulkan harta karun yang sudah anda temukan dalam etape belajar kali ini, kemas dengan bagus dan tebarkan benih kebaikan ilmu yang sudah anda dapatkan ke sebanyak-banyak orang.


Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚 Daftar Bacaan

_Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2015. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta_

_Harry Santosa dkk,2017, Fitrah Based Education, Jakarta_

_Jean Pol Martin, 2016,  Learning by Teaching_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi kelompok 6 level#11

👪 Fatherless & Motherless dalam membangun fitrah seksualitas 👪 Ma... Pacaran apa sih ? 💑 Ma... Bencong apa sih ?  Cowok kok pake baju cewek ? Kenapa harus nutup aurat ? Kenapa gak boleh bobo bareng-bareng lagi ? Temen aku pipis di selokan auratnya kelihatan mama nya diem aja, kenapa aku gak boleh ? 😱😱😱😱😱 Pertanyaan yang sering banget ditanyain anak-anak kita. Pusing... Tetiba cenut cenut dapat pertanyaan mendadak gitu ....  Tosssss kita mom ✋... I feel u  Trus kudu piye menghadapi anak-anak jaman NOW yang katanya generasi Z, generasi micin klo kata anak alay mah... Yang gampang banget dapet informasi gak kayak kita dulu.. anak-anak jaman NOW kritis gak dapat jawaban dari ortu mereka akan cari jawaban ketempat lain. Yuks bekali ilmu tentang pendidikan seks biar bisa jawab pertanyaan anak-anak yang aneh bin ajaib... Bisa dari kajian, internet, buku atau diswapp Nah... di diswapp (diskusi WhatsApp) kita nyebut nya...

Hari 3 Melatih Kemandirian Anak

February 26, 2017 🌟 Mas Atha  ➡Alarm jam berbunyi pukul 5 tapi yang punya jam gak bangun-bangun juga tetap harus dibangukan. Hari ketiga masih belum bisa bangun pagi sendiri. Untuk jam alarm ada cerita sendiri nih. Jadi sejak tantangan kemandirian diberlakukan mas Atha meminta punya jam weker biar bisa bangun pagi sendiri. Oke akan dibelikan tapi budget mama hanya 15rb dan ternyata harga jam 35rb jadi mas Atha harus nambahin pake tabungannya jadilah beli jam weker bentuk kepala Doraemon. ➡ Untuk cuci piring hari ini mas Atha gak melakukan nya  🌟 Kakak Sekar ➡ Hari ketiga tantangan makan sendiri tidak terlaksana. Hari minggu Abah libur kerja jadi kakak lebih manja dari hari biasa dan makan pun minta disuapin. ➡ Klo untuk sikat gigi malam nya hari ini kakak mau sikat gigi sendiri karena udah ngantuk berat dan Abah lagi ngajarin mas Atha untuk ulangan besok jadi mau gak mau sikat gigi sendiri. 🌟Dd Rizqah ➡Toilet training nya masih belum suk...

Hari ke - 5 Melatih Kemandirian Anak

February 28, 2017 🎆 Mas Atha ➡ Hari ini mas Atha sempat bangun jam 4 pagi kemudian tidur lagi. Eh... Lah kok jadi kesiangan semua 😂😂😂 Mama baru bangun jam 5.30 karena malam dd Rizqah bangun-bangun terus jadilah semua nya kesiangan. ➡ Untuk cuci piring sendiri hari ini mas Atha mau melakukan nya. 🎆 Kakak Sekar ➡ Gimana caranya biar kakak mau makan sendiri.... Aha... Tanya kakak aja mau makan apa hari ini biar mau makan sendiri. Akhirnya makan siang kakak makan pakai sosis dan makan malam makan mie goreng. Berhasil kakak mau makan sendiri tapi gak pake sayur 😂😂😂 ➡ Sikat gigi malam hari ini kakak mau gosok gigi sendiri setelah dibujuk dan Abah masih ngajarin mas Atha untuk ulangan besok. 🎆 Dd Rizqah ➡ Toilet training buat anak usia 23m memang butuh ketelatenan hal yang gak mungkin 1 - 2 mgg beres. Belajar dari pengalaman mas Atha dan kakak Sekar. Mama harus konsisten dan pu...